Dari Ruang Virtual ke Realitas Sosial: Polarisasi Agama di TikTok dan Dampaknya terhadap Toleransi Beragama
DOI:
https://doi.org/10.36914/tarfo.v6.i1.153Kata Kunci:
Media sosial, Ruang virtual, Realitas sosial, ToleransiAbstrak
Di era digital, media sosial menjadi ruang baru bagi interaksi publik, namun juga rentan terhadap polarisasi, khususnya dalam isu agama. Artikel ini mengkaji bagaimana TikTok, dengan algoritmanya yang memperkuat konten provokatif, menjadi lahan subur bagi narasi intoleransi dan ujaran kebencian, yang berdampak pada toleransi beragama di dunia nyata. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa konten yang memicu perdebatan agama sering kali diperkuat oleh anonimitas pengguna dan dinamika algoritmik yang mendorong keterlibatan tinggi. Polarisasi di ruang digital ini tidak hanya memperkuat stereotip dan segregasi sosial tetapi juga berkontribusi terhadap meningkatnya ketegangan dan diskriminasi berbasis agama di masyarakat.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Agustinus Rustanta (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.