"Rumah Bersama": Tanggung Jawab Siapa?
Kata Kunci:
rumah, bersama, bumiAbstrak
Bumi seisinya merupakan ‘Rumah Bersama’ yang seharusnya dijaga dan dirawat bersama pula. Santo Fransiskus dari Asisi mengingatkan kita, ‘Rumah Bersama’ ini bagaikan saudari yang berbagi hidup, seperti ibu yang jelita yang menyambut kita dengan tangan terbuka (Laudato Si, 2000). Dalam pengantar buku Laudato Si disampaikan bahwa saat ini Saudari kita sedang menjerit kesakitan akibat eksploatasi bumi dengan tidak bertanggung jawab. Manusia bertindak seolah sebagai pemilik dan penguasa bumi yang telah Tuhan ciptakan.
Tuhan telah menciptakan alam semesta untuk semua mahkluk yang ada di dalamnya, tidak ada yang dikecualikan. Bagaikan mentari yang menyinari alam semesta tanpa pandang bulu, tanpa melalui seleksi apapun. Setiap makluk memiliki fungsi dan peran yang saling melengkapi. Masing-masing menggambarkan kebaikan Allah yang kesemuanya tercipta dalam koridor rencana Allah. Alam dan manusia adalah ciptaan Tuhan yang saling melengkapi, yang satu ada untuk yang lain.
Saat semua kegiatan dihentikan dan pekerjaan dilakukan dari rumah karena pandemi Covid 19 pada tahun 2020-2021 lalu, kita bisa menyaksikan awan yang biru dan merasakan udara yang lebih bersih dan segar. Hiruk-pikuk kehidupan terjeda, lalu-lalang kendaraan penyumbang karbondioksida terhenti sangat signifikan. Saat itu seolah alam memiliki waktu untuk bernafas, tumbuhan tidak terkontaminasi berbagai zat berbahaya, demikian pula ikan di air kembali berkeriapan seperti sediakala.