PAHIT MANISNYA HIDUP DI TANAH PERANTAUAN
Kata Kunci:
merantau, kehidupan, refleksi, suka dukaAbstrak
Merantau untuk melanjutkan pendidikan merupakan keputusan besar yang tidak semua orang berani mengambilnya, terutama bagi saya.Perkenalkan Nama saya Adolph Kolping Habakuk Panukanan yang berasal dari Mentawai, sebuah daerah yang penuh kehangatan, kedamaian, dan kekayaan alam. Sejak kecil, saya terbiasa hidup di lingkungan yang tenang, dengan suara ombak yang selalu menemani setiap pagi. Namun seiring waktu, saya menyadari bahwa jika ingin mencapai cita-cita dan memperoleh pendidikan yang lebih baik, saya harus keluar dari zona nyaman. Keputusan untuk kuliah di Jakarta adalah langkah yang saya ambil dengan penuh pertimbangan: demi masa depan, demi keluarga, dan demi membuka jalan menuju kesempatan yang selama ini tidak tersedia di kampung halaman.