Semakin bermurah hati di masa Pandemi
Kata Kunci:
pandemi, murah hati, wfhAbstrak
Selama pandemi Covid-19, banyak orang yang terpaksa diberhentikan oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Banyak orang kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian mereka satu-satunya. Bahkan, banyak orang yang kemudian menjadi bingung bagaimana cara mereka melanjutkan hidup selama pandemi ini, di mana semua orang hanya di rumah saja. Hal ini sebenarnya tidak dirasakan oleh kaum menengah ke bawah saja, bahkan perusahaan besar atau mereka dengan gaji tinggi pun juga ada yag merasakan dampak langsung dari pandemi ini.
PHK ini kemudian menumbuhkan rasa empati dari banyak orang. Namun, benarkah bahwa hal ini terjadi secara menyeluruh di dunia dan semakin banyak orang menjadi dermawan sejak adanya pandemi ini? Ada sebuah fenomena yang baru saya sadari belakangan ini. Di linimasa media sosial saya, postingan yang berbau ”pamer” kemampuan finansial sudah berkurang, malahan hampir hilang.
Sebelum pandemi melanda, postingan semacam itu kerap wara-wiri di jagat dunia maya. Ada yang pamer liburannya, ada yang pamer kendaraan barunya, ada yang pamer rumah/apartemen barunya, ada yang pamer sedang makan/minum di cafe atau tempat makan bergengsi (including me). Dan masih banyak modus pamer kemampuan finansial lainnya.