Media Sosial, Pedang Bermata Dua Bagi Mental Gen Z
DOI:
https://doi.org/10.36914/tarfo.v4.i2.316Kata Kunci:
Media Sosial, Generasi Z, Literasi Digital, Kesehatan Mental, Era Digital, Kecerdasan EmosionalAbstrak
Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan Generasi Z sebagai generasi yang lahir dan tumbuh di era digital. Kemudahan akses informasi, komunikasi, dan interaksi menjadikan media sosial sebagai sarana penting dalam aktivitas sehari-hari. Namun, di balik berbagai manfaat tersebut, media sosial juga menghadirkan berbagai risiko, seperti perundungan siber, tekanan sosial, gangguan kesehatan mental, serta terbentuknya citra diri yang dipengaruhi oleh penilaian publik. Artikel ini mengulas fenomena media sosial sebagai pedang bermata dua bagi Generasi Z dengan menyoroti kedekatan mereka terhadap media sosial, manfaat yang diperoleh, serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan. Pembahasan diawali dengan fenomena viral yang dialami penyanyi Keisya Levronka sebagai ilustrasi mengenai besarnya pengaruh opini publik di media sosial terhadap kondisi psikologis seseorang. Melalui kajian literatur dan analisis fenomena sosial, artikel ini menunjukkan bahwa media sosial mampu menjadi sarana pengembangan kreativitas, jejaring sosial, dan akses informasi, tetapi juga berpotensi memicu stres, kecemasan, serta menurunkan kepercayaan diri apabila digunakan secara tidak bijaksana. Oleh karena itu, diperlukan literasi digital, kecerdasan emosional, dan pengelolaan penggunaan media sosial secara sehat agar Generasi Z mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan diri tanpa mengabaikan kesehatan mental dan kesejahteraan sosial.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Stephanie Bella Saputri (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.