Menjadi Generasi Milenial yang Memiliki Jiwa Semangat Melayani
DOI:
https://doi.org/10.36914/tarfo.v4.i2.319Kata Kunci:
Pelayanan, Generasi Z, Kepemimpinan, Pengembangan Karakter, ImanAbstrak
Melayani merupakan wujud nyata pengabdian kepada Tuhan yang diwujudkan melalui tindakan kasih, ketulusan, dan kesediaan untuk melayani sesama. Bagi Generasi Z yang hidup di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan berbagai perubahan sosial, mempertahankan semangat pelayanan menjadi tantangan sekaligus panggilan iman. Artikel ini mengisahkan pengalaman penulis dalam menjalani pelayanan sejak usia remaja hingga menjadi mahasiswa, dimulai sebagai organis gereja, terlibat dalam berbagai pelayanan musik, menjadi Guru Sekolah Minggu, hingga dipercaya sebagai sekretaris Komisi Pelayanan Anak. Melalui pengalaman tersebut, penulis menunjukkan bahwa pelayanan tidak menghalangi pencapaian akademik maupun pengembangan diri, melainkan justru membentuk karakter, kedisiplinan, kemampuan kepemimpinan, serta keterampilan organisasi. Nilai-nilai yang diperoleh dalam pelayanan juga memberikan kontribusi positif terhadap proses pembelajaran di Program Studi D3 Sekretari STARKI. Artikel ini menegaskan bahwa pelayanan bukan hanya dilakukan di tempat ibadah, tetapi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan yang bermanfaat bagi sesama. Dengan semangat melayani yang didasari iman, Generasi Z diharapkan mampu menjadi pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, dan membawa dampak positif bagi masyarakat.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Koren Kirsten (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.