Kisah Keluarga Pak Kasmin dan Ibu Nurlela yang Merindukan Anak Perempuannya
DOI:
https://doi.org/10.36914/tarfo.v4.i2.327Kata Kunci:
Live In, compassion, empati, keluarga asuh, rasa syukurAbstrak
Artikel ini mengangkat pengalaman mahasiswa dalam kegiatan Live In STARKI 2023 di Cilincing, Jakarta Utara, sebagai proses pembelajaran karakter melalui kehidupan bersama masyarakat. Penulis tinggal bersama keluarga asuh Pak Kasmin dan Ibu Nurlela yang hidup sederhana dengan mata pencaharian sebagai nelayan kerang dan pedagang kecil. Melalui interaksi selama kegiatan, penulis menyaksikan secara langsung nilai-nilai kerja keras, ketulusan, kasih sayang keluarga, serta ketegaran dalam menghadapi kehilangan anak tercinta. Pengalaman mendengar kisah perjuangan keluarga asuh memberikan refleksi mendalam mengenai makna empati, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan Live In tidak hanya memperkenalkan realitas kehidupan masyarakat, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa agar lebih menghargai kehidupan, memiliki kepekaan sosial, serta mampu menghayati nilai compassion dalam kehidupan sehari-hari.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Syanindita Pramesti (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.