Dilema Privasi dan Keamanan Data dalam Aplikasi Dating
DOI:
https://doi.org/10.36914/tarfo.v5.i1.334Kata Kunci:
aplikasi dating, privasi data, keamanan siber, kejahatan siber, perlindungan data pribadiAbstrak
Perkembangan aplikasi dating telah mengubah cara masyarakat membangun relasi dan mencari pasangan, khususnya di kalangan generasi milenial dan Generasi Z. Kemudahan yang ditawarkan aplikasi seperti Tinder, Bumble, dan Tantan menjadikan aplikasi kencan semakin populer, baik secara global maupun di Indonesia. Namun, di balik manfaat tersebut terdapat berbagai risiko yang berkaitan dengan privasi dan keamanan data pribadi pengguna. Artikel ini bertujuan mengkaji berbagai permasalahan privasi dalam penggunaan aplikasi dating berdasarkan studi literatur. Pembahasan difokuskan pada lima isu utama, yaitu pengumpulan data pribadi secara berlebihan, pelacakan lokasi pengguna, penyalahgunaan foto dan video pribadi, praktik penjualan data kepada pihak ketiga, serta ancaman serangan siber terhadap aplikasi kencan. Selain itu, artikel juga mengulas berbagai bentuk kejahatan siber yang mengancam pengguna, seperti pencurian identitas, pemerasan, cyberstalking, doxing, malware, dan kebocoran data pribadi. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya kesadaran pengguna dalam melindungi informasi pribadi, ditambah lemahnya sistem keamanan beberapa aplikasi dating, meningkatkan risiko pelanggaran privasi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital, kehati-hatian pengguna dalam membagikan informasi pribadi, serta penguatan regulasi dan sistem keamanan aplikasi untuk melindungi data pribadi pengguna.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Stephanie Bella Saputri (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.