Yesus – Jokowi – Cc5: Sebuah Refleksi tentang Compassion Seorang Pemimpin dan Ajakan Ber-Celebration Seorang Rakyat
DOI:
https://doi.org/10.36914/tarfo.v2.i2.365Kata Kunci:
kepemimpinan, COVID-19, komunikasi publik, compassion, budaya komunikasiAbstrak
Artikel ini membahas relevansi motto "Kerja, Kerja, Kerja" sebagai representasi kepemimpinan Presiden Joko Widodo dalam menghadapi pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui kajian literatur dan refleksi konseptual terhadap dinamika komunikasi publik, budaya masyarakat Indonesia, serta kebijakan pemerintah selama masa pandemi. Pembahasan menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi berbagai kebijakan tidak hanya ditentukan oleh aspek administratif dan pembangunan fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh karakteristik budaya komunikasi masyarakat, rendahnya literasi informasi, penyebaran hoaks, serta munculnya berbagai bentuk oposisi terhadap kebijakan penanganan pandemi. Artikel ini juga mengangkat konsep Cupet Pangandel (pendek rasa percaya) dan Cupet Budi (pendek akal budi) sebagai faktor yang memperlemah kepercayaan publik terhadap pemerintah. Sebagai refleksi, nilai-nilai kepemimpinan humanis yang berlandaskan compassion atau belas kasih, sebagaimana dicontohkan Yesus dalam Injil Matius, dipandang sebagai pendekatan yang mampu menjembatani kepentingan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi krisis. Dengan demikian, kepemimpinan yang efektif tidak hanya berorientasi pada kerja nyata, tetapi juga pada pembangunan kepercayaan, empati, komunikasi yang santun, serta penghormatan terhadap martabat manusia.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 R. Koesmaryanto Oetomo (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.