Keluarga Kristiani yang Dikuduskan: Pemaknaan Nilai Celebration, Community & Creativity dalam Keluarga di Tengah Pandemi Covid-19
DOI:
https://doi.org/10.36914/tarfo.v2.i2.366Kata Kunci:
keluarga Kristiani, pandemi COVID-19, quality time, refleksi teologis, kasihAbstrak
Pandemi COVID-19 telah membawa dampak yang signifikan terhadap kehidupan keluarga, baik dalam aspek kesehatan, ekonomi, pendidikan, maupun relasi antaranggota keluarga. Di balik berbagai tantangan tersebut, pandemi juga menghadirkan peluang untuk merefleksikan kembali hakikat keluarga sebagai persekutuan kasih yang berlandaskan iman Kristiani. Artikel ini bertujuan menganalisis pandemi COVID-19 sebagai momentum penguatan kualitas relasi keluarga melalui refleksi teologis mengenai rencana Allah atas manusia, tujuan perkawinan, dan makna keluarga Kristiani. Penulisan menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan yang mengacu pada Kitab Suci, ajaran Gereja Katolik, serta berbagai literatur mengenai keluarga dan pandemi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa peningkatan quality time dalam keluarga tidak cukup dipahami sebagai aktivitas bersama untuk mengisi waktu selama berada di rumah, tetapi perlu dimaknai sebagai kesempatan memperbarui komitmen kasih, komunikasi, tanggung jawab, dan kehidupan spiritual dalam keluarga. Pandemi menjadi sarana refleksi untuk memperkuat fondasi perkawinan sebagai sakramen serta membangun keluarga yang saling menguatkan, mendukung, dan bertumbuh dalam kasih Allah. Dengan demikian, keluarga Kristiani diharapkan mampu menjadikan krisis sebagai kesempatan memperdalam iman, mempererat relasi, serta mewujudkan nilai-nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Yakobus Suharyono (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.