Buah-Buah Kemarahan

Penulis

  • Gabriella Novianty STARKI Author

DOI:

https://doi.org/10.36914/tarfo.v1.i1.377

Kata Kunci:

kemarahan, Joker, Naruto, pengelolaan emosi, refleksi kehidupan

Abstrak

Artikel ini membandingkan tokoh Arthur Fleck dalam film Joker dan Naruto sebagai representasi dua respons yang berbeda terhadap pengalaman hidup yang penuh penderitaan, penolakan, dan perundungan. Meskipun keduanya mengalami luka batin, kesepian, dan kemarahan akibat perlakuan lingkungan, keduanya memilih jalan hidup yang berbeda. Arthur Fleck membiarkan kemarahannya berkembang menjadi kebencian dan kekerasan, sedangkan Naruto mengolah penderitaannya menjadi motivasi untuk berkembang, bekerja keras, dan memberikan manfaat bagi orang lain. Melalui pendekatan reflektif yang didukung teori psikologi mengenai pengelolaan emosi, artikel ini menegaskan bahwa kemarahan merupakan emosi yang wajar, tetapi hasil akhirnya sangat ditentukan oleh kemampuan individu dalam mengelolanya. Pembahasan juga dikaitkan dengan nilai celebration, yaitu kesadaran akan keunikan dan martabat diri sebagai ciptaan Tuhan yang mampu mendorong seseorang untuk bertumbuh secara positif di tengah berbagai tantangan kehidupan. Dengan demikian, artikel ini mengajak pembaca untuk memaknai pengalaman pahit sebagai kesempatan membangun karakter, mengembangkan pengendalian diri, dan memilih jalan hidup yang membawa kebaikan bagi diri sendiri maupun sesama.

Unduhan

Diterbitkan

2020-02-27

Terbitan

Bagian

Articles