Konsumerisme di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.36914/tarfo.v1.i1.379Kata Kunci:
konsumerisme, era digital, perilaku konsumtif, gaya hidup, hedonismeAbstrak
Artikel ini membahas fenomena konsumerisme di era digital yang semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan meningkatnya penggunaan platform belanja daring. Kemudahan mengakses berbagai produk, promosi yang menarik, serta strategi pemasaran digital mendorong masyarakat untuk melakukan konsumsi tidak hanya berdasarkan kebutuhan, tetapi juga keinginan dan gaya hidup. Konsumerisme tidak lagi terbatas pada pembelian barang berwujud, melainkan juga mencakup berbagai bentuk jasa yang ditawarkan melalui media digital. Artikel ini menguraikan dampak negatif perilaku konsumtif, seperti meningkatnya gaya hidup hedonis, berkurangnya kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, menurunnya kualitas interaksi sosial dan kebersamaan keluarga, serta terhambatnya kreativitas dan kemampuan mengelola keuangan. Di sisi lain, konsumerisme juga dapat memberikan dampak positif, antara lain mendorong motivasi untuk bekerja lebih baik, meningkatkan aktivitas ekonomi, dan membuka peluang kerja. Oleh karena itu, diperlukan sikap bijaksana, kemampuan mengendalikan diri, serta literasi digital yang baik agar masyarakat mampu memanfaatkan kemajuan teknologi secara bertanggung jawab dan menempatkan konsumsi sesuai dengan kebutuhan yang sebenarnya.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.