Ojek Online Versus Kemacetan
DOI:
https://doi.org/10.36914/tarfo.v1.i1.380Kata Kunci:
ojek online, gojek, transportasi daring, kemacetan, transportasi digitalAbstrak
Artikel ini membahas perkembangan transportasi ojek online di Indonesia serta dampaknya terhadap mobilitas masyarakat dan kondisi lalu lintas di kawasan perkotaan, khususnya Jakarta. Kehadiran layanan transportasi berbasis aplikasi memberikan berbagai kemudahan, seperti efisiensi waktu, tarif yang terjangkau, akses transportasi yang lebih praktis, serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Namun, di balik manfaat tersebut, pertumbuhan jumlah pengemudi ojek online juga menimbulkan berbagai persoalan, antara lain meningkatnya kepadatan lalu lintas akibat aktivitas menunggu penumpang di titik-titik tertentu, parkir sembarangan, pelanggaran lalu lintas, dan konflik dengan moda transportasi konvensional. Artikel ini menegaskan bahwa penyelesaian persoalan tersebut memerlukan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan penyedia layanan, pengelola kawasan publik, pengemudi, dan pengguna jasa. Penyediaan area khusus untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, penataan titik tunggu, serta peningkatan kesadaran seluruh pihak terhadap ketertiban berlalu lintas menjadi langkah penting agar manfaat transportasi online tetap dapat dirasakan tanpa memperburuk kemacetan perkotaan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.