Lestari Bahasaku, Lestari Budaya dan Rumahku: Refleksi Mengenai Ancaman Punahnya Bahasa-Bahasa Dayak

Penulis

  • Yosafat Barona Valentino STARKI Author

DOI:

https://doi.org/10.36914/tarfo.v1.i1.384

Kata Kunci:

bahasa Dayak, celebration, identitas budaya, budaya lokal, warisan budaya

Abstrak

Artikel ini merefleksikan ancaman kepunahan bahasa-bahasa Dayak sebagai bagian dari upaya melestarikan identitas budaya dan warisan bangsa dalam semangat celebration. Berangkat dari makna celebration sebagai pengulangan dan pemuliaan, penulis memandang pelestarian bahasa bukan sekadar menjaga alat komunikasi, tetapi juga memuliakan sejarah, identitas, serta nilai-nilai budaya yang diwariskan antargenerasi. Dengan menggunakan kerangka penyebab kepunahan bahasa dari Anthony C. Woodbury, artikel mengkaji berbagai faktor yang berpotensi mengancam keberlangsungan bahasa-bahasa Dayak, seperti dominasi budaya yang lebih kuat, perubahan sosial, serta semakin berkurangnya penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, minimnya tradisi dokumentasi dan budaya tulis turut memperbesar risiko hilangnya bahasa beserta pengetahuan lokal yang dikandungnya. Melalui refleksi ini, penulis mengajak masyarakat untuk menjadikan pelestarian bahasa sebagai bentuk penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia sekaligus tanggung jawab bersama dalam menjaga identitas bangsa. Dengan demikian, kelestarian bahasa Dayak diharapkan dapat terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Unduhan

Diterbitkan

2020-02-27

Terbitan

Bagian

Articles