Di Era Scroll Tanpa Henti, Gen Z Mulai Kembali Membaca Buku

Penulis

  • Shifa Regita Universitas Tarakanita Author

DOI:

https://doi.org/10.36914/tarfo.v7.i2.418

Kata Kunci:

Generasi Z, Literasi Digital, Media Sosial

Abstrak

Artikel ini membahas paradoks budaya literasi di kalangan Generasi Z pada era media sosial. Di satu sisi, perkembangan platform digital berbasis video pendek dan fenomena doom scrolling memunculkan kekhawatiran terhadap menurunnya kemampuan membaca mendalam (deep reading). Di sisi lain, media sosial justru menjadi ruang lahirnya kembali minat membaca melalui komunitas digital seperti BookTok dan Bookstagram yang berhasil memperkenalkan buku kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih personal dan relevan. Artikel ini mengkaji perubahan motivasi membaca yang tidak lagi semata-mata didorong oleh kebutuhan akademik, tetapi juga oleh pengembangan diri, kesehatan mental, dan pembentukan identitas. Namun demikian, meningkatnya popularitas membaca di media sosial juga menghadirkan tantangan berupa kecenderungan menjadikan buku sebagai simbol gaya hidup tanpa diikuti proses refleksi yang mendalam. Oleh karena itu, peningkatan literasi tidak cukup diukur dari jumlah buku yang dibaca atau dimiliki, melainkan dari kemampuan memahami, mengevaluasi, dan mengkritisi informasi secara reflektif. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem literasi yang adaptif terhadap karakteristik Generasi Z melalui penguatan budaya membaca, pengembangan kemampuan berpikir kritis, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana pembelajaran dan diseminasi pengetahuan. Dengan pendekatan yang kontekstual, media sosial dapat bertransformasi dari sekadar ruang konsumsi informasi menjadi gerbang menuju budaya literasi yang lebih bermakna dan berkelanjutan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-07

Terbitan

Bagian

Articles