Menghayati Makna Kata Terima Kasih dan Maaf

Penulis

  • Maria Estri Wahyuningsih Universitas Tarakanita Author

DOI:

https://doi.org/10.36914/tarfo.v7.i2.427

Kata Kunci:

Terima Kasih, Meminta Maaf, Syukur, Pendidikan Karakter, Sukacita, Rekonsiliasi

Abstrak

Artikel ini membahas makna ucapan terima kasih dan permintaan maaf sebagai nilai moral yang membentuk karakter manusia serta memperkuat relasi sosial. Melalui kajian konseptual yang didukung oleh nilai-nilai budaya lokal Jawa dan ajaran Kristiani, artikel menjelaskan bahwa ungkapan terima kasih tidak sekadar menjadi bentuk kesopanan, tetapi merupakan ekspresi rasa syukur yang mampu melahirkan perubahan sikap, perilaku, dan cara seseorang memperlakukan sesama. Demikian pula, permintaan maaf dipahami sebagai bentuk pengakuan atas kesalahan yang disertai komitmen untuk memperbaiki diri, sedangkan memaafkan merupakan proses pembebasan dari rasa marah, dendam, dan luka batin yang membawa kedamaian bagi kedua belah pihak. Artikel menegaskan bahwa ketulusan dalam mengucapkan terima kasih, meminta maaf, dan memberi maaf menjadi fondasi terbentuknya karakter yang berintegritas, penuh kasih, dan mampu menciptakan suasana hidup yang harmonis. Nilai-nilai tersebut juga dipandang sebagai bagian dari kearifan budaya yang perlu ditanamkan sejak dini dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dengan demikian, budaya mengucapkan terima kasih dan meminta maaf tidak hanya membangun hubungan interpersonal yang sehat, tetapi juga berkontribusi dalam pembentukan karakter yang berlandaskan rasa syukur, kerendahan hati, tanggung jawab, dan semangat saling mengampuni sebagai wujud kehidupan yang damai dan bermakna.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-07

Terbitan

Bagian

Articles