Membangun Sikap Critical Thinking Bersosial Media di Masa Pandemi
DOI:
https://doi.org/10.36914/tarfo.v1.i2.435Kata Kunci:
COVID-19, Sosial Media, Virus, Critical ThinkingAbstrak
2020 adalah tahun yang penuh tantangan dan kejutan. Kita ditantang untuk mampu menghadapi kejadian tak terduga dan tak terencana, bahkan untuk kabar duka yang berturut-turut terjadi. Dimulai dari perginya sang atlet basket, Kobe Bryant dan anak gadisnya, Gianna Bryant pada kecelakaan pesawat di Januari 2020. Tak lama kemudian, kita kembali menerima kabar duka meninggalnya pesinetron asal Malaysia yaitu Ashraf Sinclair pada Februari 2020. Dan yang sangat mengejutkan adalah berpulangnya Glenn Fredly, seniman dan penyanyi tanah air pada April 2020. Tak lupa dengan Almh. Ibu Sujiatmi Notomiharjo, ibunda Presiden Jokowi yang berpulang pada Maret 2020. Kita memang tidak pernah siap untuk menerima kabar duka mengenai kepergian seseorang, walaupun kita tidak mengenal mereka secara pribadi. Belum lama kabar duka yang masyarakat Indonesia terima, pada bulan Maret 2020, kita juga menerima kabar yang mengagetkan dan tentunya menguji kesiapan kita. Pada Senin 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo mengumumkan dua orang warga negara Indonesia terjangkit virus corona. Dua warga tersebut adalah seorang ibu berusia 64 tahun dan anak perempuannya yang berusia 31 tahun. Hal ini tentu mengejutkan karena pada saat itu, untuk pertama kalinya ditemukan warga Indonesia yang terjangkit virus Corona. Yuliana (dalam Data WHO: 2020) menjelaskan bahwa diawal tahun 2020, dunia mengalami pandemi global dari sebuah virus baru, yaitu coronavirus jenis baru (SARS-CoV-2) dan penyakit yang disebabkan yang disebut Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Menurut World Health Organization (WHO), COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Virus dan penyakit ini adalah baru karena sebelumnya tidak dikenal. Awal mula mewabahnya SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 terjadi di Wuhan, Tiongkok, pada bulan Desember 2019. Hingga artikel ini dibuat, per 23 Mei 2020 terdapat data dari website resmi covid19.co.id, bahwa sejumlah 21.745 warga Indonesia dinyatakan positif COVID-19, sejumlah 5.249 orang dinyatakan sembuh, dan sejumlah 1.351 orang sudah dinyatakan meninggal. Tentunya dengan data dan fakta yang kita ketahui bersama, menimbulkan kekhawatiran di antara masyarakat Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.