Peran dan Strategi Layanan Perpustakaan STARKI pada Masa Pandemi
DOI:
https://doi.org/10.36914/tarfo.v1.i2.440Kata Kunci:
Perpustakaan, STARKI, pandemi COVID-19, Layanan, BukuAbstrak
Perpustakaan sebagai penyedia informasi bagi penggunanya harus mengikuti perkembangan yang ada. Terkhusus saat ini seluruh dunia sedang mengalami pandemi COVID-19. Perpustakaan tidak luput dari dampak pandemi COVID-19. Banyak perpustakaan yang menutup layanan perpustakan. Namun lembaga internasional di bidang perpustakaan yaitu IFLA (International Federation of Library Associations and Institution) mengeluarkan pedoman bagi perpustakaan seluruh dunia untuk bisa memberikan layanan selama masa pandemi berlangsung (IFLA, 2020). Virus COVID -19 pertama kali terkonfirmasi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Virus yang berawal dari kasus lokal hingga menyebar ke seluruh dunia yang disebut kasus impor dari luar wilayah asal atau transmisi lokal antar penduduk.(COVID.19. go.id, 2020). Adapun dalam menyikapi dampak dari COVID-19 ini, perpustakaan perguruan Tinggi (PT) harus mengubah konsep perpustakaan fisik menjadi perpustakaan digital. Ini juga menjadi salah satu sarana promosi perpustakaan agar tetap eksis di kalangan penggunanya. Dengan adanya perpustakaan digital, perpustakaan tetap bisa memberikan layanan dimanapun dan kapanpun (Hartono, 2017). Perpustakaan STARKI (Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita) sebagai perpustakaan perguruan tinggi mengalami dampak dari pandemi COVID-19 ini. Sejak akhir Maret, layanan perpustakaan ditutup sementara. Layanan sirkulasi tidak dapat dilakukan, sementara koleksi e-book dan e-journal di perpustakaan STARKI belum banyak. Hal ini menjadi suatu masalah bagi pengguna yang karena tidak dapat meminjam koleksi perpustakaan secara langsung. Dari masalah di atas perpustakaan STARKI memerlukan strategi untuk menghadapi pandemi COVID-19 ini.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.