Syukur Sebagai Perwujudan Kualitas Hidup

Penulis

  • Rs. Kurni Setyawati STARKI Author

DOI:

https://doi.org/10.36914/tarfo.v1.i2.444

Kata Kunci:

Syukur, Kualitas hidup, respon positif, pertolongan, berkat

Abstrak

Hidup berkualitas rasanya sulit diwujudkan dalam kondisi krisis akibat pandemi saat ini. Dunia dengan segala isi dan aneka kesibukan serta aktivitasnya terhambat dan berjalan secara tidak normal. Manusia dihadapkan dengan berbagai pilihan dan harus mampu mengambil prioritas untuk terus menjaga keseimbangan dan kelangsungan hidupnya. Ranah kehidupan mana yang akan dipilih dan bagaimana cara menyikapinya, harus benar-benar menjadi perhitungannya. Dalam kondisi sekarang ini, tak pelak ribuan perkara tiap hari menyeruak dan berseliweran dan perlu dihadapi dengan bijaksana. Banyak orang merasa kurang bahagia dan kehilangan keseimbangan karena berbagai perubahan dan keterbatasan yang membelenggu hidupnya. Menghadapi ketidakpastian seperti ini, banyak pihak merasa kecewa, putus asa, terpuruk dan bahkan tak berpengharapan. Konon, rasa syukur mampu mengubah hal yang biasa, menjadi luar biasa, bahkan mengubah keterpurukan sebagai peluang, sekaligus, musibah menjadi berkat. Bersyukur adalah ungkapan penghargaan atau  perasaan  penerimaan  secara  ikhlas  yang dirasakan oleh dan/atau respon positif yang ditunjukkan oleh seseorang karena menerima kebaikan, hadiah, bantuan, pertolongan, atau jenis kedermawanan lainnya. Rasa syukur juga dapat diartikan sebagai ungkapan memahami, mengenali dan menerima semua kebaikan dan berkat yang telah Tuhan berikan. Dalam refleksi kali ini, saya merujuk pada makna kedua, yaitu rasa syukur yang datang atau timbul karena adanya kesadaran telah menerima kebaikan dan berkat dari Tuhan. Hidup dipandang sebagai berkat Tuhan dan menerima semua kondisi serta memaknainya sebagai kehendak Tuhan Sendiri.

Unduhan

Diterbitkan

2020-08-28

Terbitan

Bagian

Articles