Berdoa Dan Berharap
DOI:
https://doi.org/10.36914/tarfo.v1.i2.446Kata Kunci:
Berdoa, Berharap, pandemi COVID-19, PSBB, tanah airAbstrak
Perubahan merupakan suatu hal yang sering kali tidak mudah diterima oleh beberapa orang. Perubahan merupakan suatu kondisi tertentu yang biasanya dijalankan menjadi kondisi yang berbeda dari semula. Perubahan inilah yang terkadang sulit untuk diterima oleh beberapa orang,bahkan acapkali perubahan dianggap mengganggu “comfort zone” atau zona nyaman seseorang. Comfort zone merupakan keadaan di mana seseorang sudah sangat nyaman dengan kondisi yang sudah biasa dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama. Tentu setiap orang memiliki kadar zona nyaman yang berbeda-beda dalam segala aspek kehidupan; aspek pendidikan, pekerjaan, relasi, ekonomi, budaya, tingkah laku, pertemanan, dan lain sebagainya. Segala aspek dapat menjadi kemungkinan seseorang untuk berada di zona nyaman dan sukar jika diperhadapkan untuk keluar dari situasi zona nyaman tersebut. Sukar untuk menghadapi perubahan bahkan tuntutan yang ada.Mungkin kita; saya dan anda, sudah merasa jenuh jika mendengar kata virus COVID-19, virus yang telah mengubah kehidupan manusia di muka bumi dan memberikan dampak perubahan yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Setelah kurang lebih tiga bulan berada di rumah, saya merasakan seperti “mati rasa” jika mendengar atau melihat berita mengenai virus ini. Hari demi hari kita disuguhi media dengan berita-berita mengenai pandemi ini; angka korban positif, korban yang meninggal, orang dalam pengawasan, bahkan orang yang kabur dan menolak untuk dirawat. Mungkin bukan hanya saya yang merasakan “mati rasa” ini, namun beberapa dari anda juga merasakan hal yang sama. Mati rasa yang saya maksud di sini yaitu saya melihat fenomena di tanah air bahwa masih banyak masyarakat yang tidak patuh kepada aturan pemerintah untuk work from home, menggunakan masker jika harus keluar rumah, social distancing, dan melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Masih banyak masyarakat yang tidak peduli terhadap kesehatan bersama bahkan kesehatan dirinya dan keluarganya. Masih banyak yang menganggap sepele pandemi COVID-19,dan masih banyak pula yang tidak paham Langkah pencegahan yang dapat dilakukan agar tidak tertular virus ini.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.